Halaman

Jumat, 26 Januari 2018

Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal

Impian saya.

Berbicara tentang impian, pasti setiap orang memiliki impian masing-masing. Tidak terkecuali saya. Ada yang ingin sukses, ada yang ingin hidupnya berguna, ada yang ingin membahagiakan orang tuanya, ada yang ingin hidup tenang, ada yang ingin hidup bergelimang harta, ada juga yang ingin berkecukupan.

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda
Motivator Indonesia
Saya? Impian saya sederhana saja. Ketika saya bercermin, saya ingin melihat diri saya tanpa ada rasa malu. Malu karena kurang bersyukur, malu karena menutup mata atas penderitaan orang lain, malu karena tidak berbakti kepada orang tua, malu karena iri melihat kelebihan orang lain, dan malu malu lain yang dikarenakan buruknya aura saya.

Dari malu tadi bisa dijabarkan bahwa saya hanya ingin berkecukupan, tidak merasa kekurangan atas apapun yang diberikan oleh Allah kepada saya. Hidup hari demi hari dengan penuh semangat dan cinta akan apa yang saya lakukan. Entah itu membuahkan banyak uang atau tidak, itu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah ikhlaskah saya? Atau terpaksa kah saya melakukannya? Ketika bangun tidur saya ingin bersemangat atas apa yang saya lakukan hari itu.

Passion. Mungkin lebih tepatnya saya ingin melakukan apa yang menjadi passion saya di tiap harinya. Apa passion saya? Saya sendiri pun belum jelas mengerti. Selama ini saya menyukai tantangan yang masih dalam batas koridor hati saya. Ditantang tapi tidak sesuai dengan hati hanya akan menimbulkan rasa kesal. Bisa sih bisa, tapi ngga gitu juga kan?

Hal yang saya sukai ketika berjualan adalah komentar atau rasa puas dari pelanggan ketika apa yang saya jual merupakan hal yang mereka harapkan. Jika berbicara layanan berarti pelayanan saya memuaskan, jika berbicara produk berarti produk saya baik. Jadi jika disederhanakan, impian saya adalah saya ingin menjadi orang baik yang menjual produk atau layanan saya kepada pelanggan dan saya bisa melihat pelanggan puas akan hal yang mereka beli di tiap harinya. Sederhana bukan?

Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal

Rabu, 24 Januari 2018

Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik

Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik

Inspirasi.

Banyak sekali tokoh-tokoh yang menginspirasi saya mengambil jalur pengusaha. Tapi ada 3 tokoh yang terus mengispirasi saya saat ini. Pertama dan kedua adalah sejajar, tidak ada yang pertama dan tidak ada yang kedua. Mereka adalah ibu dan ayah saya. Kemudian yang ketiga adalah Nabi Muhammad SAW.
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Asia
Ayah dan ibu saya terus menginspirasi saya selama ini, ditambah dengan cerita-cerita tentang Nabi terakhir panutan seluruh umat Islam di dunia. Kisah pahit manisnya kehidupan selalu diceritakan untuk diambil hikmahnya. Dan bahwa hidup itu bukanlah tentang permasalahan yang tidak dapat diselesaikan, tetapi tentang bagaimana mengatasi permasalahan dan tetap berpegang teguh kepada hati kita, menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Berusaha semaksimal mungkin, percaya kepada hati dan terus berdoa mengharapkan hasil yang terbaik.

Ayah dan ibu saya bukan hanya sumber inspirasi saya, tetapi juga sumber motivasi. Untuk siapa saya berjuang, untuk apa saya berusaha. Disamping saat ini sudah ada sosok seorang istri yang juga dapat saling memotivasi untuk kami terus berusaha semaksimal mungkin.

Inspirasi ketiga adalah bagaimana menjalani kehidupan dengan kejujuran, kebaikan, kesabaran, berpegang teguh kepada kebenaran, dan banyak hal lainnya.Kisah masa kecilnya menjadi panutan, kisahnya setelah menjadi Nabi dan Rasul terakhir menjadi motivasi agar hidup tidak hanya berserah diri saja, tetapi juga terus berusaha dan berjuang untuk dapat mencapai ridho-Nya. Selama Allah meridhoi, maka tidak ada hal yang mustahil.

Ridho orang tua adalah ridhonya Allah juga.  Selama orang tua saya merestui apa yang saya lakukan, maka jalan yang saya lalui pasti lempeng tanpa ada hambatan berarti. Itulah yang selalu saya yakini.

Sekarang dan juga nanti.

Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik

Selasa, 23 Januari 2018

Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Terkenal

Ibu.

Senyummu laksana cahaya surga
Cahaya yang penuh kesabaran
Cahaya yang penuh keridhoan
Tanpa pernah menunjukkan lelah

Kau buat aku percaya akan cinta dan ikhlas
Kau luluhkan egoku  dengan pelukmu
Kau hentikan tangisku dengan belaimu
Namamu akan terus hidup di batinku

Ceriamu jadi ceriaku
Sedihmu adalah sedihku juga
Waktu tak menghentikan indahmu
Dari dalam lubuk hatiku

Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia

Motivator Indonesia

Ayah.

Buat saya ayah merupakan seorang pahlawan. Ayah saya adalah orang serba bisa dan serba tahu. Mulai dari hal sederhana sampai hal rumit. Semua permasalahan bisa ia selesaikan. Ayah adalah panutan saya.

Saat ini saya tahu, bahwa kehidupan kami dulu sebenarnya tidaklah mudah. Apalagi ketika ayah memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai seorang pegawai BUMN dan pulang ke kampung halamannya untuk berwirausaha. Tapi di depan kami anak-anaknya, ayah tidak pernah sekalipun mengeluh. Segala apapun ia lakukan agar kami bisa bersekolah dan tetap makan selama hal itu halal.

Pernah ibu bercerita bahwa dulu sebelum settle di usaha makanannya, ayah sempat melakukan banyak usaha. Mulai dari membuka usaha minuman, usaha meubel, sampai jadi sales door to door sendiri untuk usaha makanannya. Semua ayah lakukan tanpa kenal apa itu lelah dan malu. Masuk ke instansi-instansi sampai ke rumah-rumah untuk mengenalkan produknya adalah hal biasa. Ibu juga bercerita, jikalau dulu ayah malu-malu untuk mengenalkan produknya mungkin saat ini usaha keluarga kami tidak akan seperti ini, mampu menyekolahkan saya dan adik-adik saya sampai sarjana bahkan magister.

Jatuh bangun dalam usahanya adalah hal biasa. Dibohongi, dikhianati dalam usaha adalah pengalaman hidupnya yang pahit sekaligus berharga. Yang penting anak-anaknya mampu mengecap pendidikan tinggi dan mampu memilih jalannya masing-masing.

Ayah yang tidak kenal menyerah. Ayah yang selalu ada. Ayah yang kuat. Ayah yang menginspirasi. Ayah yang selalu memotivasi agar anaknya mau terus berjuang. Ayahku pahlawanku. Salam cintaku untukmu ayah Abdul Hadi.

Motivator Indonesia

Motivator Indonesia Terbaik

Motivator Indonesia Terbaik

Ibu.

Ibuku adalah ibu terbaik di dunia. Dari kecil saya dididik dan dibimbing sehingga dapat menjadi orang yang seperti sekarang ini. Saya kecil tinggal bersama ibu di sebuah rumah di Bekasi. Seringkali, saya yang nakal ini dimarahinya, hanya demi harapan menjadi orang yang sukses di kemudian hari.

Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga dulunya. Hanya mengurus saya kecil dan adik perempuan saya. Pernah suatu ketika, saya terjatuh. Ini terjadi di kala saya berusia 2 tahun dan merupakan hal yang lucu ketika diceritakan di masa sekarang. Bagaimana saya bisa terjatuh, dan bagaimana ekspresi ibu saya ketika mendapati saya terjatuh kala itu menjadi gurauan ketika kami bertemu. Memang, kami saat ini jarang bertemu karena saya bekerja di Solo dan ibu saya di Banyuwangi.

Peristiwa itu terjadi pada suatu siang. Kala itu ibu dan adik saya yang kecil sedang menonton TV. Itu adalah hal biasa di mana kami bertiga biasanya di rumah saja sedangkan ayah bekerja di suatu BUMN. Saat itu, saya sedang bermain sendiri di belakang rumah. Entah apa yang saya pikirkan saat itu, saya memakai kaos kaki dan memanjat meja. Ketika memanjat meja itu, saya terjatuh. Keras sekali bunyinya menurut ibu saya. "BRUKK" seingat saya, kepala saya yang bertemu dengan lantai duluan. Lantas saya menangis. Ketika mendengar bunyi jatuh saya, ibu saya langsung berlari ke belakang untuk mendapati saya sedang menangis. Mungkin anda sekalian mengira ibu saya akan langsung memeluk saya dan menenangkan saya. Sayangnya hal itu tidak langsung terjadi begitu saja. Sadar karena saya terjatuh akibat ulah saya sendiri yang memakai kaos kaki, ibu saya mencubiti saya sambil menangis dan bilang "udah dijagain, kok malah ngejatuhin sendiri". Sontak tangisan saya makin kencang. Setelah mencubiti saya, ibu saya yang masih menangis langsung memeluk saya sambil mengelus kepala saya. Kemudian tangisan saya berhenti. Menurut ibu saya, ekspresi saya saat itu adalah kebingungan. Mungkin saya berpikir "aku yang jatuh, kok ibu yang nangis?"

Ibu yang merasakan sakit anaknya. Ibu yang menjaga anaknya. Ibu yang mau mendidik anaknya dengan keras dan lembut. Ibu yang selalu mendukung apapun keputusan anaknya. Ibu yang selalu mendoakan anaknya dimanapun dan kapanpun. Ibu yang kuat dan tegar. Ibu yang selalu saya rindukan suaranya dan pelukannya, sampai kapanpun.

Itulah sedikit cerita tentang ibu saya. Ibu Rosalina Elza. Salam rindu peluk dan sayang untukmu wahai ibuku tercinta.

Motivator Indonesia Terbaik