Ibu.
Ibuku adalah ibu terbaik di dunia. Dari kecil saya dididik dan dibimbing sehingga dapat menjadi orang yang seperti sekarang ini. Saya kecil tinggal bersama ibu di sebuah rumah di Bekasi. Seringkali, saya yang nakal ini dimarahinya, hanya demi harapan menjadi orang yang sukses di kemudian hari.
Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga dulunya. Hanya mengurus saya kecil dan adik perempuan saya. Pernah suatu ketika, saya terjatuh. Ini terjadi di kala saya berusia 2 tahun dan merupakan hal yang lucu ketika diceritakan di masa sekarang. Bagaimana saya bisa terjatuh, dan bagaimana ekspresi ibu saya ketika mendapati saya terjatuh kala itu menjadi gurauan ketika kami bertemu. Memang, kami saat ini jarang bertemu karena saya bekerja di Solo dan ibu saya di Banyuwangi.
Peristiwa itu terjadi pada suatu siang. Kala itu ibu dan adik saya yang kecil sedang menonton TV. Itu adalah hal biasa di mana kami bertiga biasanya di rumah saja sedangkan ayah bekerja di suatu BUMN. Saat itu, saya sedang bermain sendiri di belakang rumah. Entah apa yang saya pikirkan saat itu, saya memakai kaos kaki dan memanjat meja. Ketika memanjat meja itu, saya terjatuh. Keras sekali bunyinya menurut ibu saya. "BRUKK" seingat saya, kepala saya yang bertemu dengan lantai duluan. Lantas saya menangis. Ketika mendengar bunyi jatuh saya, ibu saya langsung berlari ke belakang untuk mendapati saya sedang menangis. Mungkin anda sekalian mengira ibu saya akan langsung memeluk saya dan menenangkan saya. Sayangnya hal itu tidak langsung terjadi begitu saja. Sadar karena saya terjatuh akibat ulah saya sendiri yang memakai kaos kaki, ibu saya mencubiti saya sambil menangis dan bilang "udah dijagain, kok malah ngejatuhin sendiri". Sontak tangisan saya makin kencang. Setelah mencubiti saya, ibu saya yang masih menangis langsung memeluk saya sambil mengelus kepala saya. Kemudian tangisan saya berhenti. Menurut ibu saya, ekspresi saya saat itu adalah kebingungan. Mungkin saya berpikir "aku yang jatuh, kok ibu yang nangis?"
Ibu yang merasakan sakit anaknya. Ibu yang menjaga anaknya. Ibu yang mau mendidik anaknya dengan keras dan lembut. Ibu yang selalu mendukung apapun keputusan anaknya. Ibu yang selalu mendoakan anaknya dimanapun dan kapanpun. Ibu yang kuat dan tegar. Ibu yang selalu saya rindukan suaranya dan pelukannya, sampai kapanpun.
Itulah sedikit cerita tentang ibu saya. Ibu Rosalina Elza. Salam rindu peluk dan sayang untukmu wahai ibuku tercinta.
Motivator Indonesia Terbaik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar